Para artis ini entah ikut-ikutan atau memang menganggap Kota Malang sebagai pasar potensial. Namun faktanya, dalam beberapa tahun terakhir begitu banyak artis yang membuka bisnis kuliner di Kota Malang. Mulai dari Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar yang membuka Malang Strudel, Farah Queen yang membuka Queen Apple, artis dan presentrer Magdalena yang membuka restoran, dan paling baru kemarin (17/9) Krisdayanti yang membuka gerai toko kue Makobu. Apa motivasi mereka?

Belum ke Malang, kalau belum ke Malang Strudel. Seperti itulah tagline dari Malang Strudel yang diinisiasi oleh pasangan artis Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar. Bisa dibilang, dua artis inilah yang memelopori artis ibu kota untuk berinvestasi dalam bidang usaha kuliner di Malang Raya.

Sampai saat ini, sudah hampir tiga tahun Malang Strudel meramaikan persaingan bisnis oleh-oleh. Saat ini, Malang Strudel yang produknya berupa kue pastry asal Australia ini sudah mempunyai enam outlet. Untuk ukuran bisnis oleh-oleh, Malang Strudel bisa jadi yang mempunyai cabang terbanyak di Malang Raya.

Teuku Wisnu ketika dihubungi Jawa Pos Radar Malang Minggu lalu (10/9) menyatakan, 20 Desember mendatang Malang Strudel tepat berumur tiga tahun. Pemain utama sinetron Cinta Fitri ini mengaku tertarik berinvestasi di Malang karena melihat bergeliatnya pariwisata di Malang Raya. Sebelumnya, saya sudah beberapa kali datang ke Malang dan setiap kali datang pasti Malang, terutama Batu, selalu penuh dengan orang yang berlibur. Kalau buka bisnis di sini, sepertinya sangat cocok,” kata Wisnu.

Setelah diskusi panjang dengan Shireen Sungkar dan beberapa kolega bisnisnya, munculah ide membuka usaha pusat oleh-oleh. ”Waktu itu sempat bingung juga, produk apa ya yang kekinian, tidak mainstream, tapi tetap bisa mengangkat kearifan lokal masyarakat di Malang,”  ujar Wisnu.

Ayah dua anak itu kemudian terinspirasi dari makanan favoritnya dan istri saat berkunjung ke Eropa, yakni strudel. Wisnu memilih apel karena orang kalau datang ke Malang pasti yang terpikir buah khasnya, yaitu apel. ”Tanpa menghilangkan unsur lokalnya, kami ingin memberi pilihan pada pengunjung bahwa kalau ke Malang itu nggak cuma keripik loh oleh-olehnya, ada yang lain juga,” jelas pria asal Aceh tersebut.

Bak gayung bersambut, setelah dimodifikasi supaya lebih cocok dengan lidah wisatawan lokal, rupanya pasar menyambut positif Malang Strudel. Dibantu promosi yang besar-besaran, sejumlah wisatawan ”seolah” sudah mengamini tagline Malang Strudel tersebut. Saat ini Malang Strudel memiliki enam cabang yang tersebar di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Selain itu, ada 10 rasa andalan yang semuanya menjadi primadona bagi pengunjung, yakni varian rasa apple strudel, chocolate banana strudel, strawberry strudel, cheese strudel, pineapple strudel, mixfruit strudel, orange strudel, taro strudel, mago strudel, dan dates strudel.

Menjadi pionir dalam usaha kuliner, tentunya menjadi tantangan tersendiri. Selain harus mencari pasar secara mandiri, Wisnu juga harus senantiasa berinovasi dalam produknya supaya tidak kalah bersaing dengan para pendatang baru. Melalui dates strudel misalnya, Malang Strudel selalu berusaha menghadirkan menu-menu khusus yang menyesuaikan dengan tanggal-tanggal tertentu, misalnya di Bulan Ramadan atau Hari Valentine. ”Kunci dari semua bisnis itu ada pada kualitas dan inovasi, apalagi produk kami makanan. Kalau tidak pintar-pintar menjaga dua aspek itu, ya siap-siap saja tergeser dengan yang lain,” terangnya.

Menjamurnya bisnis kuliner artis belakangan ini justru dilihat oleh ayah dari Teuku Adam Al Fatih dan Cut Hawa Medina Al Fatih sebagai motivasi untuk makin baik. ”Saya malah sering sharing dengan teman-teman selebritis yang juga membuat usaha serupa, banyak hal yang saya dapat dan evaluasi dari apa yang sudah kami kerjakan,” kata Wisnu.

Dengan adanya pesaing, Wisnu menuturkan, dirinya justru makin terpacu untuk memberikan produk yang terbaik pada customer. ”Kalau teman-teman bisa lebih baik, kenapa Malang Strudel tidak,” imbuhnya. Meski belum ada keinginan untuk menambah cabang atau gerai baru, Wisnu berharap Malang Strudel bisa menjadi bagian ikon kuliner khas Malang Raya. 

Pewarta: Farikh Fajarwati
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Indah Setyowati
Fotografer: Bayu Eka