Banyuwangi Gabungkan Penerbangan Sipil dan Wisata

Banyuwangi Gabungkan Penerbangan Sipil dan Wisata

JawaPos.com – Pengembangan potensi pariwisata Banyuwangi harus dibarengi dengan tawaran paket wisata yang menarik serta infrastruktur yang baik. Kementerian Pariwisata bersama Angkasa Pura II berencana menjadikan kabupaten di ujung timur Jawa itu sebagai pilot project general aviation for tourism.

Menpar Arief Yahya menyebut Banyuwangi sebagai kota festival terbaik pada 2018. Bahkan, tahun ini, kota berjuluk Sunrise of Java itu memiliki 99 acara yang digadang-gadang mampu mendatangkan banyak wisatawan.

Nah, menurut Arief, pengembangan infrastruktur kota tersebut perlu didorong. “Sehingga hal tersebut akan semakin membuka akses wisatawan, perdagangan, dan investasi,” tuturnya.

Arief menyatakan bahwa sektor pariwisata dituntut mengikuti perkembangan zaman. Harus siap dengan perubahan. Misalnya, general aviation for tourism. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan air touring pesawat berbendera asing di kepulauan Indonesia. Menurut dia, proyek itu bisa dilakukan Banyuwangi.

Secara garis besar, Arief menggambarkan, konsep tersebut memadukan berbagai penerbangan sipil dengan daya tarik wisata alam. Keberadaannya juga membantu akses ke destinasi pariwisata serta melahirkan taksi udara.

Arief menilai, penerapan general aviation for tourism sebagai suatu pembaruan dalam mendukung kemajuan pariwisata nasional. Sebab, Indonesia merupakan negara kepulauan. Dia menyadari bahwa akses udara sangat penting. “Prinsipnya, jika tidak melakukannya, orang lain yang akan melakukan pembaruan itu,” katanya.

Dirut PT Angkasa Pura II M. Awaluddin berharap pemerintah daerah mendukung rencana tersebut. Dengan begitu, pelaksanaannya tidak terhambat. Dia belum berani mendetailkan bagaimana general aviation itu akan bekerja. Sebab, diskusi masih terus dilakukan.