Es Tape Peltu Sujono Pertahankan Cita Rasa Sejak 1970

Es Tape Peltu Sujono Pertahankan Cita Rasa Sejak 1970

KOTA MALANG – Banyak pemilik usaha kuliner yang melakuan improvisasi. Membuat menu-menu baru, atau memodifikasi menu lama. Tujuannya agar konsumen tidak bosan.
Tapi, es tape di Jalan Peltu Sujono Kota Malang ini memilih tak berkreasi sejak pertama kali buka 1970 silam.
Bahkan, saat ini, es tape itu masih dijual di panci pikul.
“Saya memilih mempertahankan apa yang bapak saya jual. Lokasi berjualannya pun sama,” tutur Juma’ali yang melanjutkan usaha orangtuanya, Muhammad Kapi.
Soal rasa, Juma’ali menggaransi bahwa sensasinya masih sama dengan era 1970 silam.
“Saya gak menambahkan apapun. Tetap yang diturunkan dari bapak saya, yakni Tape biasa yang didiamkan seminggu terus dikasih kuah gula, gitu aja,” tuturnya.
Satu lagi, Juma’ali memilh berjualan sendiri. Tidak mempekerjakan orang lain. Meski untuk itu, dia bisa saja melakukannya.
Semua proses, mulai dari meramu tape ia lakukan sendiri di rumahnya. Di daerah Jalan Candi Panggung.

“Karena kalau sudah dari orang lain itu rasanya beda, meski resepnya sama. Soalnya ini kan diajari langsung dan saya lihat langsung bagaimana bapak saya membuat tape. Jadi semuanya saya kerjakan sendiri,” tutur bapak dua anak ini.

Konsistensi itu membuat Es Tape bisa eksis sampai saat ini. “Saya mulai jualan di tahun 2006. Setiap hari, rata-rata terjual 400-500 mangkuk,” kata dia.
Ali mengatakan, banyak pelanggannya yang berasal dari kalangan orang tua. Orang-orang yang sudah menikmati es tape sejak 1970. “Mereka datang ke sini untuk bernostalgia. Tidak ada yang berubah. Yang berbeda hanya harganya. Tahun 1970, harganya Rp 5. Kalau sekarang Rp 2000 (per porsi),” ujar Ali yang berjualan mulai dari pukul 09.00 hingga 14.30 itu.
Lebih lanjut, sampai saat ini, Ali belum berpikir untuk membuka cabang.

“Gak sih tetap gini saja. Kadang hidup perlu disyukuri dengan mempertahankan rasa es dan konsep berjualan seperti ini,” kata dia.

Pewarta :Bob Bimantara
Foto :Bob Bimantara
Editor :Indra M