Hadir di Malang, Es Krim Tradisional Rasa Internasional

Chef dan Mesin Khusus Didatangkan dari Italia

Chef Giacomo Schiavon menyuguhkan berbagai menu es krim di Koono Gelato Artigianale kemarin (6/5).

MALANG KOTA – Ingin menikmati es krim tradisional tapi rasa internasional? Datang saja ke Koono Gelato Artigianale. Kemarin (6/5), gerai es krim yang terletak di Jalan Bromo Nomor 19, Klojen, tersebut melakukan soft opening.

Salah satu tanda bahwa produk yang disuguhkan berkelas internasional adalah chef dan peralatan produksi es krim didatangkan langsung dari negara ahli dalam hal es krim, Italia. Chef bernama Giacomo Schiavon itulah yang nantinya akan meracik es krim sekaligus meladeni pengunjung Koono Gelato.

”Kami akan menyajikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui proses pembuatannya. Tentu higienis dan sehat,” terang Yessyca, owner Koono Gelato, di sela-sela soft opening kemarin.

Yessyca menjamin es krim miliknya berbahan alami, tidak mengandung ekstrak seperti kebanyakan es krim lainnya. Dia sengaja membuka gerai es krim karena melihat kuliner Malang yang makin dikenal di kancah internasional.

Disinggung mengenai alasan pemilihan nama koono, Yessyca menjelaskan, kata ”koono” ini dibaca dengan ejaan ”kuno”. Maksudnya adalah zaman dulu atau tradisional. Sedangkan penyebutan gelato terinspirasi dari penyebutan es krim dalam bahasa Italia, gelato.



”Tekstur sangat lembut dan rasanya tidak membuat tenggorokan ’serik’,” katanya.

Keinginan membuka gerai es krim makin tinggi setelah dia bertemu Giacomo, pemilik Sorbetteria Castiglione di Kota Bologna, Italia. Bahkan, Giacomo membawa langsung kacang-kacangan yang tidak ada di Indonesia. Seperi hazelnut dan pisrachio. Bahan-bahan murni pun dia suguhkan di hadapan para calon pembelinya ketika membuat adonan krim tersebut.

Rencananya, lanjut Yessyca, gerainya menyuguhkan 34 rasa yang setiap bulannya akan berganti. Juga, akan ada menu yang menggabungkan beberapa makanan khas Indonesia. Misalnya, rujak gobet, martabak, pisang goreng keju, cendol, dan klepon.

Tak hanya itu, rasa kunir asam yang biasanya dibuat untuk jamu akan diolah menjadi gelato yang menggoyang lidah. ”Kami juga akan menyulap jajanan lokal menjadi makanan internasional,” terangnya.

Harganya yang dipatok pun terjangkau. Untuk small cup dengan dua rasa dibanderol Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu. Sedangkan medium cup dengan tiga rasa hanya dipatok Rp 25 ribu hingga Rp 33 ribu. ”Resmi dibuka pada 20 Mei mendatang,” katanya.

Pewarta: Rino Hayyu
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono