Indonesia Cultural Dining Series, Trik Unik Hotel Tugu Malang Kampanye Lestarikan Budaya Nusantara

Indonesia Cultural Dining Series, Trik Unik Hotel Tugu Malang Kampanye Lestarikan Budaya Nusantara

KOTA MALANG – Seni dan budaya nusantara memang sangat banyak. Sayangnya, tak banyak individu ataupun instansi yang benar-benar berkomitmen memanfaatkan kompetensi maupun pengaruhnya untuk melestarikan budaya. Diantara yang sedikit itu, terdapat Hotel Tugu Malang.
Hotel yang berlokasi di pusat Kota Malang itu memanfaatkan popularitasnya sebagai hotel bintang lima terkemuka untuk melakukan kampanye cinta budaya sekaligus memperkenalkankekayaan seni budaya nusantara ke kancah internasional melalui malam seni budaya bertajuk Indonesia’s Cultural Dining Series (ICDS) yang digelar pada tanggal 15 setiap bulan.

Tak muluk jika Hotel Tugu Malang punya misi menginternasionalkan budaya nusantara. Pasalnya, hotel yang hanya berjarak 5 menit dari Stasiun Kota Baru ini memang didominasi oleh turis asing dari berbagai negara.

Pada ICDS ke 46, 15 Oktober kemarin misalnya, mengambil judul “The Allure of Bali”, tamu makan malam ICDS didominasi oleh tamu-tamu bule. Pun demikian pada bulan sebelumnya. Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang, Crescentia Harividyanti menuturkan, pada semester kedua, kecenderungan tamu Hotel Tugu Malang memang dari mancanegara.

“Ada Eropa, meliputi Jerman dan Belanda, ada pula dari Cina dan sebagian India,” cerita Cres.
Sesuai namanya, di “The Allure of Bali”, Hotel Tugu Malang menampilkan pertunjukan tarian dari Pulau Dewata. Ada empat tari yang ditampilkan, yaitu Tari Condong, Tari Tenun yang menggambarkan perempuan Bali menenun kain, Tari Sekar Jagad, hingga Tari Pendet.



Rahman Adi Nugroho, salah satu tamu ICDS ke 46 mengatakan, pertunjukan budaya itu tak sekadar menghibur tapi juga memberikan nilai plus lain baginya sebagai seorang Indonesia. “Buat saya yang sibuk ini, menikmati suguhan seni dari berbagai daerah hanya dengan datang ke Hotel Tugu Malang bias menambah khasanah budaya saya tanpa harus datang ke daerah aslinya,” kata Rahman.

Tak hanya para tamu, pertunjukan itu pun memberikan nilai positif bagi para penampilnya. Salah satu penari The Allure of Bali, Annisa Nurkartikasari mengatakan, tampil di Hotel Tugu Malang memberikan prestise sendiri. Plot panggung ICDS yang tak berjarak dengan penonton memberikan pengalaman tersendiri baginya.

“Biasanya kita kan tampil di panggung, ada jarak antara penampil dengan penonton. Di ICDS, jaraknya dekat. Jadi detil seperti ekspresi wajah pun harus diperhatikan benar karena dilihat oleh tamu. Dan ini pengalaman yang luar biasa,” tukas Annisa.
Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardhana menambahkan, ICDS selalu menampilkan tema yang berbeda setiap bulan. Beberapa pertunjukan yang pernah ditampilkan antara lain, tari topeng, kisah Rama Shinta, wayang kulit, pertunjukan musi angklung, music dari Timor, dan masih banyak lagi.

“Hotel Tugu Malang berusaha untuk tetap setia pada misinya dalam menghidupkan kembali seni, jiwa, dan romansa Indonesia,” ucap Ochi, sapaan akrabnya.

Foto: Fia
Penyunting: Fia