Jelajah Suzdal, Kota 995 Tahun: Wisata Sejarah Golden Ring of Russia

Jelajah Suzdal, Kota 995 Tahun: Wisata Sejarah Golden Ring of Russia

SEJARAH menuliskan bahwa Kota Suzdal muncul pada 1024. Selama kurang lebih tiga abad Suzdal menjadi ibu kota beberapa kerajaan di Rusia. Kota ini memiliki monumen-monumen penting dalam sejarah kuno Rusia. Suzdal termasuk situs warisan dunia UNESCO yang juga merupakan Golden Ring of Russia.

AWALNYA saya tidak merasa terkesan untuk mengunjungi Kota Suzdal. Tapi, beberapa referensi menyebutkan bahwa Suzdal memikat hati setiap pengunjung. Saya bersama teman yang tinggal di Moskow memutuskan pergi ke Suzdal.

Dari Moskow, kami menggunakan kereta lokal dengan waktu tempuh sekitar 4 jam menuju Kota Vladimir. Sesampai di Vladimir, kami membeli tiket bus di bus station yang letaknya tepat di depan stasiun kereta Vladimir. Waktu tempuh ke Suzdal sekitar 45 menit dengan biaya sekitar Rp 23.000.

Kalau ingin diantar sampai pusat kota Suzdal, tinggal membayar biaya tambahan sekitar Rp 4.000. Jadwal keberangkatan bus dari Vladimir ke Suzdal atau sebaliknya hampir ada setiap jam. Terakhir sekitar pukul 4 sore. Disarankan langsung menuju bus station dan membeli tiket karena tempat duduk terbatas. Lumayan juga kalau dapatnya tiket berdiri, 45 menit.

LUAS: Pengunjung berada di kompleks biarawan St Euthymius. (Vivi Susanti for Jawa Pos)

Sesampai di Suzdal, kami memulai perjalanan menuju biara Rizopolozhensky. Ini merupakan salah satu biara tertua di Rusia. Biara tersebut didirikan pada 1207 dan sudah berdiri sebelum terjadinya invasi pasukan Tatar-Mongol ke Rusia.

Di dekat biara terdapat sebuah katedral, yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Katedral Jubah Perawan Suci. Katedral itu masih digunakan untuk beribadah sampai sekarang. Selanjutnya, kami melihat pemandangan seluruh sudut Kota Suzdal dari ketinggian menara yang ada di gerbang biara. Tiketnya sekitar Rp 23.000. Gerbang biara tersebut dibangun pada 1688 di bawah kepemimpinan tiga arsitek Suzdal yang terkenal pada masanya.

Setelah menaiki puluhan anak tangga, pengunjung dapat menyaksikan keindahan sudut-sudut Kota Suzdal yang penuh dengan biara dan tempat ibadah Kristen Ortodoks. Setelah itu, kami mengunjungi kompleks museum biarawan Saint Euthymius. Kompleks ini dikelilingi benteng kukuh berwarna merah bata.

ELOK: Panorama yang menunjukkan kompleks biara dari sisi seberang. (Vivi Susanti for Jawa Pos)

Bangunan bersejarah tersebut didirikan pada 1352 di bawah kepemimpinan Pangeran Boris Kontantinovich. Benteng itu didirikan sebagai upaya melindungi wilayah dari serangan musuh. Biaya masuk museum ini sekitar Rp 94.000 untuk umum dan potongan 50 persen untuk pelajar dengan menunjukkan kartu identitas pelajar.

Terlebih, di dalam kompleks terdapat beberapa bangunan tua yang dijadikan mini museum. Aneka barang atau tulisan dipamerkan. Ada katedral, penjara, dan pemutaran cuplikan beberapa film peristiwa sejarah di salah satu benteng. Pada saat itu, kami menyaksikan cuplikan film Tsar yang diputar sekitar 15 menit.

Tepat di bagian kami duduk, masih terdapat alat untuk menghukum orang-orang yang melawan perintah Raja/Pangeran Ivan IV sekitar tahun 1565. Masih di kawasan kompleks biarawan St Euthymius, kami melihat Gereja Preobrazhensky. Gereja ini dibangun pada akhir abad ke-16 oleh Euphemia. Tempat ibadah ini juga mendapat predikat situs warisan dunia UNESCO.

MASIH DIFUNGSIKAN: Penulis di area Nativity of The Virgin Cathedral, Suzdal, Rusia. (Vivi Susanti for Jawa Pos)

Selain itu, ada kompleks biara Pokrovsky. Lokasi ini diperuntukkan biarawati yang didirikan pada 1364 di bawah kepemimpinan Pangeran Dmitry Konstantinovich. Inilah biara terbesar di Rusia pada abad ke-16 sampai 17. Setelahnya, kami melihat-lihat Wooden Church of Saint Nicholas. Sesuai namanya, bangunan yang didirikan pada 1766 itu terbuat dari kayu.

Kurang afdal rasanya ke Suzdal tanpa mencicipi air madu Suzdal (Suzdalskaya Medovukha). Minuman ini banyak dijual di sekitar tempat wisata, toko oleh-oleh, bahkan minimarket. Rasanya seperti air tebu dan cocok dinikmati setelah berkeliling, terutama saat itu musim panas. Harga untuk ukuran 0,33 liter Rp 23.000, sedangkan untuk ukuran 1 liter Rp 40.000.

Secara keseluruhan, Suzdal memang memikat hati wisatawan. Terutama, jika salah satu tujuannya wisata sejarah dan religi. Silakan rencanakan petualangan Anda ke Kota Suzdal.

PELEPAS DAHAGA: Suzdalskaya Medovukha alias air madu Suzdal yang menurut penulis mirip es tebu. (Vivi Susanti for Jawa Pos)

 

BERSEJARAH: Biara Rizopolozhensky yang merupakan biara tertua di Rusia. (Dok. Vivi Susanti)


Hai travelers, punya pengalaman berlibur seru dan ekstrem? Melakukan solo traveling dengan uang pas-pasan atau memilih rute yang tidak biasa tentu menjadi pengalaman menantang dan tidak terlupakan. Setiap orang pasti punya kisah yang berbeda. Ceritakanlah pengalaman tersebut melalui e-mail traveling@jawapos.co.id dalam tulisan. Maksimal 500 kata. Sertakan pula tip liburan ala Anda. Lampirkan foto paling keren dan seru saat berlibur (minimal 500 KB). Jangan lupa lampirkan scan kartu identitas, NPWP, nomor rekening bank, dan nomor telepon dalam e-mail tersebut. Cowok atau cewek boleh ikut menulis. Ada honor bila tulisan dimuat. So, tunggu apa lagi? Share yours!