Jual Mentahan agar Pelanggan Bisa Nikmati Kupang di Rumah

MALANG KOTA-Ada yang menarik dari Kupang Kraton Hj Qomariyah yang berada di Jalan Dr Cipto, Kota Malang. Jika di tempat lain kupang bisa dibeli ketika sudah matang, di tempat ini pelanggan bisa membeli kupang mentah dalam keadaan beku.

Hanya saja, pembeli harus membeli dalam keadaan jumbo, yakni porsi dan harganya sama dengan lima porsi. Selain itu, bumbu-bumbunya juga dijual, yakni bawang putih mentah dan goreng, petis dari kuah kupang kental, petis campuran gula merah dan kuah kupang, serta jeruk nipis dan cabe.

”Bumbunya sederhana, yang penting itu kupangnya segar jadi lebih terasa kuahnya,” kata pengelola Kupang Kraton, Josephine Meita Sari.

Untuk mendapatkan kupang segar itu, menurut Sari, kupang diambil langsung dari Kecamatan Kraton, Pasuruan. Dia rela pergi dari Kraton ke Malang setiap hari demi membawa kupang langsung dari Pasuruan.

Sedangkan untuk memasak juga cukup mudah. Hasil rebusan kupang yang sudah mendidih, diberi bawang putih mentah yang dihaluskan. Kemudian setelah matang, petis kental dan petis gula merah ditambah sedikit gula, jeruk nipis, dan cabe sesuai selera diaduk jadi satu dalam piring.



Kemudian potongan lontong yang dimasak sendiri ditaruh di atas campuran bumbu tadi. Baru diguyur dengan kuah beserta kupang yang telah masak. Agar lebih mantap saat menyantap kupang lontong ini, bisa ditambahkan toping seperti sate kerang atau lentho.

Harganya pun cukup murah, hanya Rp 1500 untuk sate kerangnya, dan lentho Rp 1.000. Sari menilai, banyaknya pelanggan yang setia datang ke kiosnya, karena selama ini memang bumbu yang digunakan cukup ‘berani’.

Berani dalam artian dari generasi ke generasi demi mempertahankan cita rasa yang sama, keluarganya lebih memilih meningkatkan harga jualnya. Dari sebelumnya berada di bawah Rp 10 ribu, kini menjadi Rp 13 ribu.”Kami merasa kalau pelanggan akan lebih mementingkan rasa dan pasti mau membayar apabila kualitas yang disajikan setara dengan biaya yang mereka keluarkan,” pungkasnya.

Pewarta: Dedik Suhermanto
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono