Kare Paha Tambah Brutu ala Warung Brintik, Rasanya Begini…

Agus Sanjaya terlihat lahap menyantap makanan yang dipesannya. Tak butuh waktu lama bagi pria 69 tahun ini menghabiskan nasi kare ayam sambil sesekali meneguk es jeruk nipis. Pria yang tinggal di Pandaan ini memang sengaja memilih kare ayam.

Biasanya, saat mampir ke Warung Brintik, Agus selalu memesan rawon. Tapi, dari rumah dia sudah dibisiki sang istri untuk mencoba kare ayam di warung itu.

”Makanya tadi saya coba kare ayam. Tadi ada tambahan brutunya. Rasanya begini…” ujar Agus sambil mengacungkan jempolnya lantas terkekeh.

Dia mengaku dulu sering mampir dan makan rawon di Warung Brintik. Saat itu, Agus masih sekolah di Malang. ”Biasanya bareng teman-teman sekolah,” katanya.

Setelah pindah ke Pandaan, pria yang terihat masih sehat di usianya yang hampir 70 tahun ini sering menyempatkan datang ke Warung Brintik saat bertandang ke Malang atau ke Blitar untuk mengurusi usahanya.



”Ini tadi beli obat di apotek, terus mampir ke sini,” tambahnya.

Menurutnya, makan rawon dengan sajian daging empuk disertai tempe khas Malang membuatnya seakan bernostalgia dengan masa-masa saat dirinya tinggal di Malang.

”Masih tetap sama rasanya. Itu toples krupuk besarnya juga masih awet sejak dulu,” kata Agus sambil memegang toples kaca berukuran jumbo tersebut.

Pria Tionghoa ini yakin lezatnya rawon di Warung Brintik, selain karena bumbu-bumbunya yang spesial, juga karena proses masaknya menggunakan tungku arang. ”Kapan-kapan saya ingin coba semurnya,” ujar Agus.

Pewarta: Achmad Yani
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto