Kebijakan ini bukan untuk membatasi harga setiap menu yang dijual.

Kebijakan ini bukan untuk membatasi harga setiap menu yang dijual.

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mewajibkan seluruh pedagang kuliner untuk memasang daftar harga di setiap menu makanan. Rencananya, kebijakan ini mulai diterapkan akhir tahun ini sembari menunggu Peraturan Walikota (Perwali) sebagai dasar hukumnya. Bagi pedagang yang melanggar, Pemkot tidak segan-segan untuk mengambil sikap tegas, termasuk menutup usaha kulinernya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Subagiyo menuturkan, kebijakan ini tidak lain sebagai upaya untuk melindungi konsumen. “Agar tidak ada pembeli atau konsumen yang harganya ‘dikepruk’ (harga tidak sesuai dengan standar),” terang Subagiyo kepada JawaPos.com, Rabu (15/11).

Dengan adanya kebijakan ini, nantinya tidak ada konsumen yang merasa dirugikan karena harga yang dipatok oleh pedagang dianggap terlalu tinggi. Kebijakan ini segera diberlakukan setelah Perwali rampung dan diperkirakan akhir tahun ini.

“Jadi ini nanti bukan sekadar imbauan lagi, melainkan instruksi yang harus diterapkan. Kalau ada yang sampai tidak memasang daftar harga akan diberikan peringatan dan untuk tindakan bisa dilakukan penutupan,” tegasnya.



Subagiyo menekankan, kebijakan ini bukan untuk membatasi harga setiap menu yang dijual. Tetapi lebih memberikan kejelasan terkait harga setiap menu yang dijual. Sehingga saat konsumen ingin membeli, ia bisa tahu harga makanan yang akan dibelinya.

Harga antara satu pedagang dengan pedagang lainnya memang tidak sama. Meskipun menu yang disajikan sama, misalnya nasi liwet, antara yang dijual di daerah Panggung dengan yang dijual di daerah Jongke berbeda.

“Ini bukan untuk mengatur harga, tetapi untuk memberikan daftar harganya. Kita sudah lakukan sosialisasi kepada para pedagang dan mungkin akhir tahun sudah kita terapkan,” tandasnya.