Kolak Ketan Durian Jombang, Kuliner Favorit saat Panen Raya

Kolak Ketan Durian Jombang, Kuliner Favorit saat Panen Raya

Tak hanya nikmat dimakan langsung, durian juga bisa diolah menjadi aneka kuliner yang lezat. Salah satunya, kolak ketan durian. Menu itu bisa ditemui di Kecamatan Wonosalam.

MAMPIR ke Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, ibarat singgah di ”surga”-nya durian. Di sana, para pencinta buah tersebut bisa menemui beragam durian unggulan.

Tak hanya itu, di Wonosalam, para penggemar juga bisa menikmati aneka kuliner hasil olahan durian. Untuk urusan yang satu ini, warga di Desa Panglungan sangat tahu caranya. Salah satu menu yang menjadi andalan di sana adalah kolak ketan durian.

Kuliner yang satu ini bisa ditemui saat panen durian tiba. Saat masa itu, para peminat tak usah khawatir kehabisan. Sebab, tidak sulit untuk mendapat durian di Wonosalam yang begitu melimpah. ”Biasanya berjualan mulai November sampai nanti musim durian selesai sekitar April,” ujar Supiatin, salah seorang penjual kolak ketan durian di desa tersebut.

Sekilas, penampilan kolak durian tak jauh berbeda dengan kolak lain yang berbahan buah atau ubi-ubian. Menu itu juga mirip dengan angsle yang menggunakan kuah santan. Namun, kuah kolak durian lebih kental. Ada ketannya juga. Sebelum dimasukkan ke kuah kolak, ketan itu diolah tersendiri.

Kuah yang sedikit kental dan creamy itu berasal dari buah durian. Namun, kolak tersebut tidak menggunakan pandan ataupun tambahan susu. Durian yang digunakan juga pilihan, yakni yang berdaging tebal dan asli Wonosalam.

Sebab, durian yang berdaging tipis mudah rusak saat dimasak. ”Kalau berdaging tebal, tekstur daging akan tetap ada meski sudah dimasak,” kata wanita 44 tahun itu.

Sensasi kolak yang satu ini sudah terasa dari aromanya. Nuansa durian langsung tercium begitu lembut. Perpaduan durian dengan santan menciptakan aroma manis dan gurih. Selain itu, perpaduan tersebut mampu mengurangi aroma durian yang kuat.

Saat dinikmati, kuah kolak durian memiliki sejumlah sensasi rasa. Gurih santan dipadu manis durian yang pekat begitu nendang di mulut seperti menyeruput jus durian. Paling nikmat dinikmati saat hangat-hangatnya. Suhu dingin Wonosalam pun bisa terobati.

Sensasi kolak tersebut makin terasa saat memadukan isian durian dengan ketan. Rasa gurih dan punelnya tekstur ketan bercampur daging durian yang super lumer membuat lidah benar-benar bisa dibuat takjub. Belum lagi saat kuah mulai menyebar ke penjuru lidah. Rasanya makin dahsyat.

Harga kolak durian tergolong murah meriah. Semangkok hanya dibanderol Rp 8 ribu. Kuliner tersebut sangat diminati. Dalam sehari, rata-rata Supiatin bisa menghabiskan 4 kilogram ketan dan 20 butir durian. Jumlah itu meningkat dua kali lipat saat akhir pekan. ”Satu kilogram ketan biasanya bisa jadi 22 mangkuk,” ujarnya.

Karena itu, tiap hari dia selalu membuat olahan kolak yang baru. Sebab, dalam sehari, kolaknya selalu habis.