Kurang Puas, Kalau ke Batu Tidak ke Mie Soden

Para pelanggan Mie Soden benar-benar dibuat ketagihan dengan kenikmatan mi ini. Salah satunya adalah Ismail, salah seorang pelancong asal Samarinda, yang menikmati Mie Soden pada Rabu lalu (27/12/17).

Dia bersama istri dan anaknya begitu menikmati Mie Soden. ”Ini keempat kalinya saya ke sini. Kebetulan lagi liburan dan anak saya kuliah di Malang. Kali pertama ke sini dulu diajak anak saya. Hingga sekarang kalau ke Malang selalu mampir,” kata Ismail.

Selain Ismail dan sekeluarga, ada sejumlah anak muda yang berkongkow-kongkow menikmati Mie Soden. ”Sudah sering ke sini. Kami setiap ngumpul ya ke sini. Minya uenak. Beda kalau masak sendiri. Saya juga suka suasananya, dingin dan bisa lihat pemandangan indah. Apalagi kalau menjelang tengah malam, bintangnya kelihatan jelas,” ujar Destian Rendra Pratama, pemuda asal Batu.

Syamsudin, pemilik Mie Soden, menambahkan, awalnya dia menggunakan Mie Sarimi besar goreng. Menurut dia, Sarimi rasanya lebih enak. Hanya, orang tidak tahu cara memasaknya. ”Sarimi besar goreng ini bumbunya sangat kuat jadi harus dikurangi. Kebanyakan orang bumbunya dipakai semuanya,” imbuh dia.

Setelah produksi Mie Sarimi besar goreng dihentikan, Syamsudin beralih ke Indomie. Padahal, menurut dia, lebih enak rasa Mie Sarimi. Namun, saat ini yang paling cocok ya Indomie.



Dalam memasak mi, Syamsudin melakukannya sendiri. Meski ada dua orang yang membantu, mereka hanya membantu membuatkan minuman dan melayani pelanggan. Untuk memasak mi, tetap Syamsudin. Menurut dia, rasanya akan berbeda jika yang memasak tangannya berbeda.

Pewarta: NR4
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto