GRESIK – Banyak momen menarik ketika Arema FC melakoni lawatan ke Gresik untuk melawan Persegres Gresik United hari ini (12/7). Selain penggawa tim ini banyak diburu Aremania, para pemain tidak lupa menikmati kuliner khas Kota Pudak tersebut.

Makanan seperti nasi krawu dan nasi sambal menjadi kuliner yang diburu oleh Dendi Santoso dan kawan-kawan. Saat akan berangkat latihan kemarin sore, pemain ramai membahas kuliner tersebut di bus. Malam harinya, mereka mencari kuliner khas Kota Gresik itu.

”Lha itu ada warung,” kata Dendi Santoso sambil menunjuk warung sederhana di pinggir jalan.

Pria asli Malang ini menyatakan, dirinya ingin makan nasi krawu dan nasi sambal. Saat melawan Persela Lamongan beberapa waktu lalu, dia juga tidak lupa menyantap makanan tersebut. Waktu itu, rombongan memang menginap di hotel yang ada di Gresik.

”Langsung ke warung kemarin (saat lawan Persela),” kata Dendi.

Pemain lain, yakni Oky Dery, juga ingin menikmati nasi krawu dan nasi sambal. ”Ternyata sudah ada yang ke warung duluan (pemain lain), tidak ngajak-ngajak,” kata Oky Dery berkeluh kesah.

Selain itu, pemain Arema FC di Gresik juga tidak lepas dari kejaran Aremania untuk diajak foto bersama dan diminta tanda tangan. Ketika latihan di Stadion Tri Darma (Petrokimia), Gresik, kemarin, ada sekitar 100 Aremania yang datang terlebih dahulu untuk menunggu kedatangan penggawa tim berjuluk Singo Edan ini.

Usai latihan, Aremania yang sebelumnya hanya duduk-duduk langsung berlari mendatangi pemain. Mereka langsung mengejar pemain Arema FC. Adam Alis salah satu yang diburu oleh sejumlah Aremanita.

Salah seorang Aremanita itu adalah Hidayatul Lailiyah. Bagi dia, bertemu dengan tim idola sangatlah langka. Dia langsung menempel Adam Alis, Johan Alfarizi, dan tidak ketinggalan Pelatih Aji Santoso.

”Ya ini jarang-jarang, saya juga suka Arema sejak dulu,” katanya. Bagi dia, Arema itu sebuah kebanggaan dan kebahagiaan.

”Padahal, saya sendiri tidak ada darah dari Malang,” kata dia.

Perempuan yang akrab disapa Eyi ini menambahkan, ketika diburu, Adam Alis awalnya menolak dan sedikit malu. ”Saya bilang, Mas, foto satu kali saja Mas, tolong,” katanya. Setelah itu, Adam Alis mau dipotret.

Menurut Eyi, selain ganteng, Adam Alis adalah pemain yang unik. Meski terlihat garang di lapangan, tapi di kehidupan nyata dia pemalu. ”Ya dia salah satu pemain muda yang sangat unik, konyol, bahkan pemalu, jarang sekali mau diajak foto,” imbuhnya.

Setelah itu, giliran Aji Santoso yang dikejar Eyi. Dia sangat ngefans dan mengagumi sang pelatih. ”Tanpa dia (Aji Santoso), penggawa Arema bukan apa-apa. Dia adalah orang di balik layar Arema saat ini,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Indah Setyowati