OctobArt Hotel 101 Malang OJ Hadirkan Tarian Jawa Timuran

OctobArt Hotel 101 Malang OJ Hadirkan Tarian Jawa Timuran

KOTA MALANG – Rangkaian kegiatan Oktoberart masih berlangsung di Hotel The 101 Malang OJ. Setelah sukses merampungkan dua rangkaian event sebelumnya yakni STMJ 101 Variants dan Fun Learning-Painting Mask with TK Taman Harapan. Sabtu (26/10) lalu, giliran “Special Traditional Dance” yang meramaikan Skyroom Café di lantai 12 hotel yang berlokasi di jantung Kota Malang ini.

‘Special Traditional Dance’ akan yang berlangsung di rooftop café tertinggi di Kota Malang itu berlangsung meriah. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB. Skyroom Café malam itu penuh dengan penonton baik dari para tamu in-house, pengunjung Skyroom Café, penikmat seni yang memang sengaja datang, para awak media, maupun para tamu undangan.

Pertunjukan pertama dibuka oleh penampilan dari sepasang penari laki-laki dan perempuan yang membawakan Tari Kanosih. Tarian ini menceritakan kisah asmara antara Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji. Pasangan ini merupakan simbol cinta yang tak terpisahkan dalam budaya Jawa.



Penampilan tari berikutnya tak kalah menarik. Tari Gelang Room dibawakan oleh penari tunggal. Tari Gelang Room menceritakan kisah wanita Madura yang memakai gelang kaki yang tak sekadar aksesoris semata, melainkan sebagai penunjuk tingkatan sosial dan visualisasi kepatuhan terhadap aturan adat setempat.

Gelang merupakan pemacu semangat kerja, terutama bagi warga Madura yang merantau ke berbagai daerah. Atas jerih payahnya itu, kemudian wanita Madura membeli gelang emas sebagai tanda kesuksesannya dalam membanting tulang. Lagu tarian sangat enerjik, tegas, dan variatif.

Penari pun membawakan tarian dengan ciamik dan memukau penonton malam itu. Pertunjukan tari malam itu ditutup oleh penampilan Tari Topeng Malangan Gunung Sari. Tarian ini dibawakan oleh seorang penari solo dengan sangat cakap dan enerjik. Tari Gunung Sari merupakan tarian khas Malang yang menceritakan kisah Raden Gunung Sari, ksatria dari Kerajaan Kediri yang gemar mencari ilmu pengetahuan.

Serangkaian penampilan tari-tarian tersebut menjadi alarm pengingat bagi penonton bahwa kesenian daerah bukan hanya karya cipta semata, melainkan juga bagian dari warisan buudaya yang patut untuk dijaga. Pertunjukan yang meramaikan Skyroom Café malam itu tak berhenti di situ saja.

Ade Sudrajat, General Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ menuturkan, OctobArt yang merupakan event rutin, diselenggarakan serempak di seluruh properti yang dimanajemeni oleh PHM Hospitality.

“Di minggu pertama hotel menghadirkan STMJ dan kesenian angklung yang melegenda di Indonesia, di minggu kedua kami mengadakan event melukis topeng bersama adik-adik TK Taman Harapan sebagai wujud apresiasi dan pelestarian budaya Malangan, kini di minggu ketiga giliran kami mengangkat kesenian khas Jawa Timuran,” jelas Ade.

Sales and Marketing Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ, Ledya Shelfy menambahkan, di OctobArt minggu ketiga ini, Hotel THE 1O1 Malang OJ kembali berinisiatif untuk menyuguhkan pertunjukan seni untuk memanjakan masyarakat Malang Raya dan sekitarnya.

“Kali ini, kami mengangkat budaya Madura yang disuguhkan dalam penampilan Tari Gelang Room,” jelas Shelfy.

Shelfy menegaskan, Hotel THE 1O1 Malang OJ akan terus menginisiasi beragam event untuk memanjakan masyarakat. Ia juga mengungkapkan harapannya semoga kegiatan ke depan terus mendapat respon positif dari masyarakat sehingga memacu semangat Hotel THE 1O1 Malang OJ untuk dapat terus berkreasi dan berinovasi.

Foto: The 101 Malang OJ
Penyunting: Fia