Pacu Pariwisata Indonesia, PPHI Garap Potensi Populasi Muslim Dunia

Pacu Pariwisata Indonesia, PPHI Garap Potensi Populasi Muslim Dunia

JawaPos.com – Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menarik wisatawan muslim. Saat ini populasi muslim di seluruh dunia sekitar 1,8 miliar jiwa. Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan berkata bahwa Indonesia merupakan raksasa yang tertidur. Jika bisa dimanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin perekonomian Indonesia dapat meningkat tajam.

“Indonesia ini raksasa yang tidur ya, potensinya besar sekali, kalau kita lihat Malaysia, populasi Malaysia sekitar 30 juta, wisatawannnya sekitar 27 juta, hampir sama dengan populasi. Jadi kalau kita bandingin ke situ kan, kita populasinya 266 juta, jika melihat itu, harusnya wisatawannya bisa 200-an juta,” ungkapnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (15/11).

Namun, apakah itu bisa tercapai, harus juga dilihat dari aksi pemerintah daerah serta pelaku usaha apakah siap atau tidak dalam menjalankan program wisata halal tersebut. “Jadi makanya kita harus sadar, kayak semacam program quick win yang mana harus kita prioritaskan untuk dikembangkan,” tutur dia.

Saat ini, berdasarkan data Global Muslim Travel Index (GMTI), sebesar 140 juta wisatawan muslim yang melakukan liburan ke luar negeri. Namun, pengembangan wisata halal yang belum sepenuhnya maksimal, Indonesia baru bisa mendapatkan kunjungan sebesar 3 juta jiwa. “Itu diluar daripada umrah dan haji, jadi sangat masih banyak ruang gerak untuk tumbuh,” jelasnya.

Ia pun menuturkan, apabila Indonesia bisa mendapatkan kunjungan turis sebanyak 3,5 juta di tahun 2019. Pada 2024, kemungkinan besar wisatawan muslim akan mencapai dua kali lipat dari angka tersebut.

“Spendingnya (pengeluaran uang) wisatawan muslim lebih besar daripada wisatawan mancanegara secara rata-rata. wisman itu rata-rata sekitar USD 1.800 per turis, kalau wisatawan muslim misalnya dari Timur Tengah bisa sekitar USD 2.500 per turis. Wisatawan muslim kan bukan cuma dari Timur Tengah, ada dari Eropa, Asia dan sebagainya. Kita lakukan kalkulasi, rata-rata bisa sekitar USD 1.200 kalau 6 juta dikali USD 1.200 kan bisa sekitar USD 7,2 miliar oenambahan devisa kita,” tutupnya.

Ada sepuluh provinsi dengan destinasi wisata halal unggulan yang terlibat, diantaranya adalah Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKl Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking