Pelanggan Loyal pada Ceker Bunderan

Warung ceker bunderan di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang, seolah tidak pernah sepi. Ketika buka mulai jam 19.00 hingga 24.00, warung ini hampir tidak pernah sepi dari pengunjung. Para pembeli selalu lalu-lalang, sebagaimana lalu-lalang Jalan Panglima Sudirman yang tak pernah sepi dari pengguna jalan.

”Paling cepat pukul 22.30 sudah habis,” kata Tri Prihartono, pemilik warung tersebut. Menu andalan Warung Bunderan memang pada menu ceker bakar pedasnya. Menurut para pelanggannya, ceker yang dijual Tri berbeda dari ceker kebanyakan. ”Kayaknya di sini baru pertama ada ceker bakar,” ujar salah satu pelanggan, Muhammad Adib.

Laki-laki berumur 25 tahun itu mengatakan, dirinya sudah berlangganan ceker bakar sejak enam tahun lalu. ”Saya sudah langganan sejak 2010 lalu. Waktu masih kuliah,” jelas dia. Dia mengaku suka dengan bumbunya. Menurutnya, bumbu pedas yang dicampur dengan daun kemangi itu memberi cita rasa tersendiri.

Sementara itu rekannya, Dian Mayasari mengaku menyukai nasi uduknya. ”Gurih, bikin ketagihan,” jelas perempuan berumur 23 tahun tersebut. Dia mengatakan, dirinya selalu memesan dua porsi ketika membeli ceker bakar.

”Kadang juga lebih. Tergantung mood makan,” terangnya. Dia dan teman-temannya bisa membeli ceker bakar minimal tiga kali dalam seminggu. Selain karena rasanya yang berbeda dari yang lain, tempatnya juga asyik untuk dijadikan tempat nongkrong bersama teman-temannya.



Apalagi dengan harga yang terjangkau dan pas di kantong mahasiswa.
Selain dari kalangan anak muda, pelanggan ceker bakar juga banyak yang berasal dari karyawan, perawat, hinga bos-bos bermobil. ”Pelanggan tetap kami berasal dari perawatnya Rumah Sakit Soepraoen,” ujar Tri Prihartono.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono