Peni hingga Anton Penasaran Racikan Pak Ri

Warung Pangsit Mie Pak Ri memang murah. Porsinya juga banyak. Tapi ini bukan ukuran yang berkunjung ke tempat ini hanya mahasiswa dan karyawan belaka. Pejabat sekelas Wali Kota Malang Moch. Anton dan mantan Wali Kota Peni Suparto juga pernah merasakan kelezatan warung mi di tempat ini.

Pemilik warung ini, Sugiari mengatakan, dirinya tidak tahu bagaimana bisa beberapa pejabat tersebut tahu warungnya. ”Saya tahunya malah dari ajudannya yang ke sini. Mereka bilang kalau disuruh Abah (sapaan akrab Moch. Anton),” kata dia, kemarin. Bahkan, istri Anton, Dewi Farida Suryani juga pernah merasakan mi olahan Sugiari.

Suami dari Legiyem ini menceritakan, pada suatu ketika rombongan para pengawal Umi Farida (sapaan akrab Dewi Farida Suryani) mendatangi warungnya. ”Ada iring-iringan pengawalnya.

Saya sendiri tidak tahu sampai akhirnya diberi tahu ajudannya,” kata dia. Berbeda dengan Anton yang memesan melalui ajudannya, Umi Farida justru langsung mendatangi warung pangsitnya untuk mencicipi nikmatnya racikan mi pangsit buatannya. ”Abah dan Umi sama-sama menyukai mi pangsit istimewa, ada taburan ampela hati ayam di atasnya,” ujar Sugiari.

Para pelanggan Warung Pangsit Mie Pak Ri memang berasal dari semua kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat. Namun, sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, dan karyawan. Mungkin karena faktor harga yang murah dan porsi yang cukup besar, membuat mi pangsitnya menjadi favorit.



Bahkan, semua pelanggannya pada saat masih berjualan di Kopma UM juga masih tetap loyal hingga sekarang. ”Justru kebanyakan dari alumni UM yang ke sini. Meskipun sudah bekerja di luar kota, tetap menyempatkan mampir ke sini saat pulang ke Malang,” kata dia.

Sedangkan untuk Peni Suparto, menurut dia, yang membelikan adalah ajudannya saat Peni masih menjabat sebagai wali Kota Malang. ”Kalau tahunnya lupa, sudah lama banget,” pungkasnya.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono