Pulau Dewata dan Pesonanya yang Tak Pernah Habis

Pulau Dewata dan Pesonanya yang Tak Pernah Habis

Kalau ke Bali, jangan hanya ke Denpasar. Jangan takut menjelajahi tempat baru di Pulau Dewata. Bukankah mengunjungi destinasi baru dan merasakan pengalaman yang berbeda adalah petualangan yang sesungguhnya

Tegalalang Rica Terrace

Persawahan di pinggir jalan yang terletak di utara Ubud ini jadi incaran para turis di Bali. Wajar. Teraseringnya memang tertata rapi. Saat yang pas untuk berkunjung adalah pagi hari.

Pokoknya, kalau mau datang ke objek wisata alam, harus datang pagi atau sore sekalian. Biar enggak panas dan lebih enjoy menikmati objek.

Tidak ada tiket masuk, hanya sumbangan sukarela. Tapi, ada beberapa oknum di pematang sawah yang menarik sumbangan lagi.

Kalau tidak berkenan, silakan dilewati saja. Paling bakal dikatain pelit, hehe..

Pura Lempuyang yang Luhur

Hati-hati ya kalau mengetik kata Pura Lempuyang di Maps. Harus dicermati dengan teliti. Sebab, berdasar pengalaman yang kami alami, Pura Lempuyang bukanlah satu-satunya pura yang bernama Lempuyang.

Pura Lempuyang Ayu yang sedang nge-hits untuk dikunjungi. (Jayendra Anita for Jawa Pos)

Bingung? Kami juga! Jadi, di wilayah Gunung Lempuyang ada beberapa pura yang dinamai kompleks Lempuyang. Ada Pura Lempuyang Luhur, Lempuyang Madya, Lempuyang Agung, dan masih banyak lagi. Kalian harus teliti mau ke Pura Lempuyang yang mana.

Jangan sampai seperti kami yang beranggapan bahwa Pura Lempuyang itu cuma satu. Akhirnya nyasar dulu deh…

Kami baru sampai di pura tujuan setelah nyasar di tiga pura dengan nama yang sama. Pura Lempuyang. Nah, warga lokal (warlok) menyebut pura tujuan kami ini sebagai Pura Lempuyang Ayu. Melewati jalan menanjak, sempit, dan licin, akhirnya kami sampai juga di pura itu.

Kami datang setelah Nyepi. Pura pun terlihat meriah dengan hiasan janur sisa
perayaan Nyepi. FYI, pura yang famous di Instagram ini berlatar belakang Gunung Agung. Kalau beruntung, kita bisa menikmati pemandangan dengan latar matahari tenggelam.

Sayang, kami tidak mendapatkan momen itu. Tapi, waktu nyasar, kami nemuin tempat yang menenangkan seperti Pura Lempuyang Madya yang sunyi.

Taman Ujung Water Place

Beberapa bulan lalu, saya ngetrip berdua dengan sahabat. Itinerary tersusun rapi. Hari pertama, kami menjelajahi Kabupaten Karangasem. Taman Ujung Water Palace kami pilih sebagai destinasi pertama yang dikunjungi.

Coba pantau hashtag #tamanujung di Instagram. Bisa dapat spot antimainstream!

Objek wisata itu kami tempuh dua jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Konon, Taman Soekasada atau Taman Ujung dibangun oleh raja Karangasem. Sekarang tempat itu menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan Bali Timur.

Tempatnya pun kerap dijadikan spot foto pre wedding. Taman kerajaan Bali kuno tersebut masih terjaga. Dibangun pada 1901, taman yang punya banyak kolam itu konon jadi tempat pembuangan.

Katanya, tempat membuang orang-orang yang menguasai ilmu hitam. Namun, bukan itu target kami datang ke sana. Kalau memantau hashtag #tamanujung di Instagram, akan muncul spot antimainstream.

Yakni, bangunan kuno berpilar seperti altar. Bangunannya antik. Ada kesan menyeramkan, tapi juga punya kesan majestic. Kalau mau ke altar, kita harus menaiki banyak anak tangga. Lumayan melelahkan. Tapi, pemandangan di atas bagus banget!

Seminyak

Meski fokus di sisi lain Bali, kami tidak akan melewatkan bermalam di kawasan ini. Suasananya selalu bikin rindu. Suatu saat di Kuta Bali…

Pantai Seminyak yang tak pernah gagal menunjukkan keindahannya. (Jayendra Anita for Jawa Pos)

Pasar Tradisional Ubud

Pemburu oleh-oleh harus mampir ke sini. Selain harga-harganya yang masih terkontrol, penjual juga masih ramah kalau dagangannya ditawar setengah harga, hehe. Pasarnya buka pukul 09.00. Tapi, jangan datang kepagian ya.

Tas rotan dan segala macam suvenir khas Bali nggak akan dijumpai sebelum pukul 09.00. Yang dijual saat pagi adalah sayur-mayur dan segala kebutuhan dapur.

Barang dagangan yang ada di Pasar Tradisional Ubud. (Jayendra Anita for Jawa Pos)


Hai travelers, punya pengalaman berlibur seru dan ekstrem? Melakukan solo traveling dengan uang pas-pasan atau memilih rute yang tidak biasa tentu menjadi pengalaman menantang dan tidak terlupakan. Setiap orang pasti punya kisah yang berbeda. Ceritakanlah pengalaman tersebut melalui e-mail traveling@jawapos.co.id dalam tulisan. Maksimal 500 kata. Sertakan pula tip liburan ala Anda. Lampirkan foto paling keren dan seru saat berlibur (minimal 500 KB). Jangan lupa lampirkan scan kartu identitas, NPWP, nomor rekening bank, dan nomor telepon dalam e-mail tersebut. Cowok atau cewek boleh ikut menulis. Ada honor bila tulisan dimuat. So, tunggu apa lagi? Share yours!