Es Ceklok selalu Punya Pelanggan Turun-temurun

Kelezatan Es Ceklok tetap menjadi pemikat bagi para penikmatnya. Tidak heran jika walaupun sudah tidak lagi berada di Kota Malang, namun para pelanggannya tetap memburu es ini.

Contohnya Kristina, 25, yang sudah satu tahun tinggal di Kalimantan. Setiap kali pulang ke Kota Malang, dia selalu menyempatkan diri untuk mampir ke usaha sederhana milik laki-laki yang akrab disapa Pak Ceklok itu. ”Suami saya alumni Hwa Ind, jadi setiap ke Malang selalu mampir di sini. Kami selalu kangen rasanya,” terang dia saat membeli dua cup ukuran kecil Es Ceklok.

Tidak hanya Kristina yang ketagihan dengan kelezatan rasanya. Melani, salah satu pelanggan yang datang dari kawasan Dieng juga rela datang ke tempat mangkal Pak Ceklok. Ketika mengunjungi Es Ceklok, biasanya dia datang dengan dua anak dan anggota keluarganya yang lain. ”Saya tahunya es ini justru dari mami. Mami dulu sekolah di Hwa Ind dan menjadi pelanggan di es ini,” bebernya.

Pak Ceklok menjelaskan, kebanyakan memang pelanggannya adalah alumni dari Hwa Ind. Bahkan, tidak sedikit yang merupakan pelanggan setia dari awal dia berjualan. Pelanggan setia ini kemudian menularkan kegemaran mengkonsumi es kepada anak cucunya.

”Karena usaha kuliner ini turun-temurun, jadi para pelanggannya juga turun-temurun. Dari ibu turun ke anak. Bahkan, ada yang dari nenek hingga cucu menjadi langganan di sini,” terangnya.



Tidak hanya itu, diakui oleh laki-laki bertutur lembut ini, esnya bahkan juga pernah dinikmati oleh warga negara asing, atau pelanggannya yang kini merantau ke luar negeri. Terhitung pelanggan mulai dari Malaysia, Singapura, China, Hongkong, hingga sebagian wilayah Eropa dan Amerika Serikat pernah menikmati olahannya. ”Alumnus sekolah Hwa Ind kan banyak yang ke luar negeri. Ketika mereka ke Kota Malang selalu mampir ke sini. padahal sudah tinggal lama di luar negeri,” bebernya.

Keluarga pejabat hingga berbagai macam wedding organizer juga terhitung pernah menjadi pelanggannya. Menurut dia, jika menangani orderan yang mengharuskan dia untuk stand by di hotel, sudah bukan barang baru lagi. hampir seluruh hotel di wilayah Kota Malang dan Kota Batu pernah dia datangi untuk memenuhi pesanan dari wedding organizer. ”Saudara Abah Anton pernah dua kali pesan ke tempat saya,” tandas dia.

Pewarta: Tika
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Darmono