Ramah Teknologi Bantu Pecel Kawi Eksis di Tengah Kuliner Kekinian

Ramah Teknologi Bantu Pecel Kawi Eksis di Tengah Kuliner Kekinian

KOTA MALANG – Nasi pecel, menu nasi dengan toping sayuran disiram bumbu kacang dan lauk tempe ini jadi menu sarapan khas masyarakat Jawa Timur. Di Kota Malang, salah satu warung pecel yang eksis dan legendaris hingga saat ini ialah Pecel Kawi Asli Hj Musilah Sejak Tahun 1975.

Awalnya tahun 1972, Hj Musilah sang legenda Pecel Kawi berjualan dengan cara digendong berkeliling kota. Kemudian pada tahun 1975, ia menempati bangunan bambu di Jalan Kawi, dan bertahan hingga saat ini dengan bangunan yang lebih modern.

Warung ini tak pernah sepi, meskipun di Kota pendidikan ini amat banyak pilihan menu sarapan dari berbagai resto fast food dan beragam makanan hits. Bahkan di jam makan siang pun warung ini selalu ramai menjadi jujugan santap siang.

Kok bisa ya pecel kawi tetap eksis? Padahal banyak loh makanan hits yang menawarkan beragam menu ‘kekininan’.

“Pertama, kami selalu menjaga kesegaran bahan baku kami terutama sayur. Kedua, dari dulu yang masak itu tetep mbah dari Tulungagung, jadi tangannya tetep. Ketiga, kami tetap eksis karena memasarkan produk di aplikasi GoFood,” ungkap Pengelola Pecel Kawi Hj Musilah 1975, Anissatul Muniroh.

Diceritakan Anissatul, awalnya warung yang terletak di jantung kota ini tak berminat mendaftar Go okeehFood. “Lha tapi kok tahun 2017 itu banyak pelanggan yang go-shop gitu. Itu nggak 1-2 aja tapi banyak banget. Akhirnya kepikiran lah daftar GoFood,” beber dia.

Setelah mendaftar di GoFood ia mengungkapkan, sempat kewalahan meladeni orderan yang masuk. Terutama katanya di jam makan pagi pukul 07.00 sampai 08.00 dan jam makan siang 12.00 sampai 13.00.

“Di sini kami merasakan memang perubahannya sangat besar sejak gabung di GoFood. Penjualan meningkat. Ini bagus, mempermudah pelanggan yang males antri, cukup pakai aplikasi orang sudah dapat menikmati pecel kami,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: M Syahrur Riza
Penyunting: Fia