Satu Minggu Sekali Harus Makan Soto Lombok

Suhartatik, 73, menyatakan, Soto Lombok adalah tempat makan favoritnya. Pada tahun 70-an, saat dia masih sekolah, hanya ada dua tempat yang menjual soto. Salah satunya Soto Lombok yang ada di Jalan Lombok, Kota Malang.

Dia mengaku, sudah puluhan tahun dirinya berlangganan makan di Soto Lombok. Bahkan, mungkin hampir setiap satu minggu sekali, saya makan di situ. ”Kalau lagi pengen, bisa lebih,” ujar warga Jalan Comal, Kecamatan Blimbing ini.

Dia menjelaskan, yang menjadi pembeda Soto Lombok dengan soto lainnya adalah dari koyanya. ”Di mana-mana saat saya makan soto, tidak ada koya yang seperti di sini. Kalau di tempat lain kan biasa,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya koya tersebut, kuah sotonya terasa lebih gurih. Belum lagi dengan adanya kaldu yang membuat kuahnya lebih kental. ”Saya kira, belum ada yang mengalahkan soto di tempat ini,” lanjutnya.
Suhartatik masih mengingat ketika dirinya bekerja di luar kota dulu. Di mana, dia tidak sebebas seperti sekarang dalam menikmati Soto Lombok. ”Dulu, saya hanya bisa menikmati Soto Lombok saat libur kerja atau waktu berkunjung ke Malang,” terang nenek tujuh orang cucu ini.

Bahkan, ketika hamil, Suhartatik sempat mengidam makanan khusus yang sering dia rasakan. Yaitu, bagaimana agar bisa segera menikmati Soto Lombok yang dihidangkan secara hangat. ”Ini karena angkot mogok. Jadinya, saya menunggu diantar anak, baru bisa beli ke sini,” imbuhnya. Soto Lombok di tempat ini harganya Rp 22.500 untuk Soto Lombok biasa. Sementara itu, untuk Soto Lombok spesial, dibanderol Rp 35.500.



Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono