SICF 2018 Usung Menu Lawasan

SICF 2018 Usung Menu Lawasan

JawaPos.com -Perhelatan Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2018 dipastikan akan jauh berbeda dengan event-event sebelumnya. Pasalnya dari pihak panitia mengusung konsep menu kuliner lawasan.

Sedikitnya akan ada 30 menu lawasan yang akan dihadirkan dalam gelaran yang akan berlangsung mulai tanggal 12 – 15 April mendatang. 

Ketua Panitia SICF, Daryono menjelaskan, bahwa selama ini kuliner lawasan semakin tergeser dengan hadirnya menu-menu baru. Padahal, selama ini Indonesia mempunyai menu kuliner lawas yang tidak kalah dengan menu baru.

“Kami ingin mengajak kembali generasi muda agar mengetahui adanya menu lawas yang tidak kalah lezatnya dengan menu baru,” terang Daryono saat jumpa pers, Selasa (27/3). 



Beberapa menu lawasan yang akan dihadirkan dalam SICF mendatang diantaranya, tiwul, cabuk rambak, gatot, lenjongan dan masih banyak lagi menu lawasan.

Daryono menyebut, setidaknya akan ada menu kuliner lawasan yang akan disajikan tahun ini. Tidak hanya menu kulinernya saja, tetapi nantinya pengunjung juga akan diajak untuk melihat proses pembuatannya.

 “Jadi nanti tidak hanya di-display, tetapi akan ada demo dapur tempo dulu. Pengunjung akan diajak untuk melihat proses pembuatan, penyajiannya sampai dengan cara menikmati kuliner tersebut,” katanya.

Daryono berharap, dengan tema kuliner lawasan ini, sekaligus bisa mengangkat kembali keberadaan kuliner andalan Indonesia tersebut. Sehingga, nantinya generasi penerus bisa mengetahui bahwa Indonesia mempunyai kuliner lawasa. 

Sementara, ditanya mengenai jumlah peserta yang akan turut serta dalam gelaran tahun ini, Daryono menargetkan jumlahnya mencapai 170 peserta.

Pihaknya sangat optimis dengan target ini, mengingat peserta yang akan terlibat tidak hanya dari Kota Solo saja, melainkan juga dari eks Karesidenan Surakarta. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solo, Hasta Gunawan menjelaskan, selain kuliner lawasan, SICF juga akan mengadakan festival kuliner lain. Seperti festival tengkleng, nasi liwet dan juga festival sate kere.

“Selama empat hari gelaran kami menargetkan akan ada 20 ribu pengunjung,” ucapnya.