Viralkan, Ini Soto Kambing Paling Lezat di Malang. Resepnya Dari ‘Desa Soto’

Urusan soto kambing yang legendaris di Malang, biasanya orang akan menyebut Soto Kambing Pak Tosim atau soto sawahan yang terletak di Jalan Sasando, Kepuharjo, Kabupaten Malang.

Tapi jangan salah, di Kota Malang juga ada soto kambing yang tak kalah populer. Rasanya? Dijamin tak kalah nikmat. Seperti apa sih soto kambingnya?

Soto tersebut adalah soto kambing Joyogrand. Meski tidak punya nama pasti, tapi orang lebih banyak mengenalnya dengan nama itu. Soto ini sudah ada sejak tahun 2000. Hampir setiap malam orang berjubel memenuhi tempat ini.

Tempat tersebut berada di Jalan Tlogojoyo, tepatnya di dekat perempatan perumahan Joyogrand, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Jangan bayangkan warung ini bergelimang kemewahan.

Tempatnya sangat sederhana. Panjangnya hanya sekitar 5 meter, lebarnya 2,5 meter, dan terbuka tanpa dinding. Warung ini buka dari pukul 17.00–23.00.



Bangunan tersebut menempel di dinding pagar rumah Wali Kota Malang Moch. Anton. Sehari-hari Anton memang menetap di Tlogo Indah, Tlogomas.

Namun, sesekali dia pulang dan tinggal di rumahnya yang berada di Joyogrand. ”Ya, sejak pertama jual, ya di sini. Sejak tahun 2002,” kata Niatin saat berbagi cerita kepada koran ini beberapa waktu lalu.

Lahan sedikit yang menjadi tempat mereka berjualan itu merupakan pinjaman dari Anton. Sebelum menetap di perempatan Joyogrand, perjuangan Niatin dan Bukhori memang tidak mudah. ”Dulu, sebelum 2002, ya keliling. Suami saya yang keliling,” tambahnya.

Dengan tempat berjualan yang masih tradisional, Bukhori memikul barang dagangannya berkeliling kampung Merjosari dan sekitarnya. ”Kalau mulai keliling itu sudah sejak tahun 2000, kalau tidak salah,” imbuhnya.

Kurang lebih setelah dua tahun keliling kampung, mereka akhirnya memilih menetap di perempatan Joyogrand. ”Dulu, rumah Pak Wali ini masih belum ada, dan jalan masih sepi,” imbuhnya.

Saat awal-awal menjual soto, pembeli masih belum banyak. Namun, dia tetap menekuni profesinya itu untuk menyambung hidup. ”Ya sabar. Namanya orang jualan,” kata dia. Seiring berjalannya waktu, Soto Kambing Joyogrand semakin dikenal orang.

Tentu karena rasanya yang maknyus.
Sejak awal berdiri hingga saat ini, warung tersebut tidak pernah meiliki papan nama. Ya, karena warung ini memang tidak punya nama. ”Ya, memang tidak ada namanya. Mau nama apa? Pokok orang sering nyebut Soto Kambing Joyogrand,” kata Niatin sambil tertawa.

Dia pun juga tidak memikirkan nama dengan banyak filosofi seperti kebanyakan orang yang baru membuka warung. ”Karena yang kami jual itu Soto Kambing, dan lokasinya di dekat perempatan Joyogrand, orang-orang nyebutnya itu,” jelas ibu dengan dua anak ini.

Meski tanpa nama, ratusan pembeli yang datang tiap malam tidak pernah mempersoalkan itu. Semakin hari warungnya semakin ramai. Namun, itu tidak membuat Bukhori dan Niatin membuka cabang baru. ”Dulu sebenarnya pernah buka cabang, tapi tenaganya yang tidak nutut. Jadi, ya di sini saja,” kata.

Mereka juga tidak melayani pesanan. Jadi, jika Anda ingin menikmati soto kambing dengan kuah panas, langsung saja datang ke warung ini.

Lalu, bagaimana rasanya? Tentu benar-benar maknyus. Bau amis yang menguar dari kambing sama sekali tak terasa saat menikmati soto ini.

Kuah yang disajikan lebih pas jika ditambah sedikit perasan jeruk nipis. Degnan ditambah sedikit koya, kegurihan soto di warung ini semakin berlipat ganda. (Aris Dwi Kuncoro/c1/riq)