Cara mengolah bahan makanan seperti yang dilakukan ibu dan neneknya tetap diaplikasikan Maslikha saat membuat rawon atau semur daging. Termasuk pilihan daging sapi yang digunakan. ”Ada gandik, kisi, cengek, dan otot,” ujar Maslikha.

Daging gandik adalah bagian belakang paha sapi terluar. Sedangkan daging kisi atau sengkel adalah bagian daging sapi yang biasanya bercampur dengan otot. Dari empat jenis daging tersebut, dia juga meminta pemasoknya untuk memilih yang terbaik.

Daging-daging terbaik itu kemudian diolah untuk bahan rawon atau semur. ”Cara masaknya juga tetap mengikuti cara orang tua. Mana yang didahulukan dimasak, mana yang belakangan,” terangnya.

Untuk sekali masak, Maslikha mengaku rata-rata membeli 7 kilogram daging. Itu untuk bahan rawon dan semur. ”Tergantung kebutuhkan juga. Kalau ada pesanan tinggal nambah saja,” tukasnya.

Menurutnya, saat ini pengunjung warung memang tak sebanyak dulu. Namun, mereka yang pernah merasakan lezatnya masakan Warung Brintik selalu menyempatkan datang. ”Senang juga rasanya bisa ngladeni mereka yang kangen masakan Warung Brintik,” tambahnya.

Pewarta: Achmad Yani
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto